Celoteh Kepada Kucing - Catatan Si Bukan As*



Beruntung kau jadi kucing. Tak memiliki beban moral. Terserah kau saja mau hidup baik-baik di rumah atau menjadi nakal di pasar. Bapakmu hilang entah kemana, kau tak pernah sedih. Ibumu berjuang sendirian kau tak pernah iba, tak punya itikad untuk membalas budinya. Tapi mau bagaimana lagi, tak ada yang menuntutmu untuk merasakan atau sekedar memikirkan itu semua.

Setelah beranjak dewasa, kau pasti akan melakukan hal yang sama. Sialan, begitu bebasnya ya.

Nanti kalau kita sudah mati, entah aku atau kau dulu, kita ketemuan ya di sana. Aku harap kau bisa memberitahu ku tentang ibadah seperti apa yang kau haturkan pada tuhan, sehingga populasimu tetap bertahan. Bahkan, jadi penting untuk beberapa orang. Mungkin, jika diberi kesempatan, aku kan membocorkan rahasiamu itu kepada para calon manusia, agar mereka memohon untuk jadi kucing saja. Karena sepertinya menarik juga.

Komentar